Mempraktikkan Dhamma dengan salah ibaratnya memainkan sandiwara yang dipertunjukkan pada orang lain.
Anda berdandan, kemudian beraksi di atas panggung, berpura-pura menjadi karakter ini atau itu, tetapi, sebenarnya Anda bukanlah karakter tersebut.
Katakanlah Anda berdandan sebagai seorang polisi, tetapi sebenarnya Anda bukanlah seorang polisi, atau Anda berdandan seperti dewa, tetapi Anda bukanlah dewa.
Banyak orang bersandiwara dengan tujuan menjadi populer, untuk mendapatkan kemasyhuran dan sanjungan, serta memperoleh nafkah untuk bisa makan dari hari ke hari.
Mereka yang pandai bersandiwara akan menjadi populer dan bisa mendapatkan penghasilan yang sangat besar. Ketika kesuksesan datang, lalu kekotoran batin akan mengambil alih. Orang-orang itu menjadi sombong, menghambur-hamburkan kekayaannya, yang semuanya akan menuntun pada malapetaka.
Ajahn Lee

0 Komentar