Saya akan memberikan beberapa contoh praktis tentang bagaimana mempraktikkan kesadaran dalam kehidupan sehari-hari.
Ketika Anda sedang duduk menunggu seseorang dan merasa bosan, ketahuilah bahwa rasa bosan muncul.
Ketika berada di tempat kerja, jika rasa malas muncul di sore hari, ketahuilah bahwa muncul rasa malas.
Ketika Anda ingin berbicara dengan seorang teman, ketahuilah bahwa ada keinginan.
Ketika sedang mengobrol, jika terasa menyenangkan, ketahuilah bahwa rasa senang muncul.
Ketika timbul rasa lapar, sadari itu.
Ketika sedang memilih makanan di kantin dan semuanya terlihat tidak enak, sadari adanya ketidakpuasan.
Cukup ketahui dengan cara demikian. Ketahuilah secara langsung dalam pengalaman Anda dan lihatlah bahwa segala jenis batin muncul kemudian lenyap; kemalasan muncul dan lenyap, kebosanan muncul dan lenyap, keinginan muncul dan lenyap.
Ketika Anda mencicipi makanan dan Anda merasa senang karena rasanya ternyata lebih enak dari yang Anda duga, ketahuilah bahwa kegembiraan muncul.
Ketika mandi, perhatikan semua kondisi batin yang muncul. Terutama jika mandi dengan air dingin, akan ada banyak perubahan yang perlu diperhatikan: rasa takut akan muncul dan lenyap, dan kelegaan serta sukacita timbul ketika kita sudah bersih dan kering.
Tempat yang baik untuk mengamati perubahan batin adalah saat mengemudi. Kita mungkin berhenti di belakang antrean panjang di lampu merah dan merasa gelisah. Ketahuilah momen saat kegelisahan itu muncul. Kemudian lampu hijau menyala dan kita merasa sedikit senang, tetapi kemudian lampu berubah merah lagi sebelum kita berhasil melewatinya! Kita menjadi sangat kesal.
Kita mungkin menyadari bahwa pada saat itu kita menjadi lebih gusar dibandingkan beberapa menit yang lalu saat kita masih berada di belakang dua puluh mobil! Amati dan ketahui apa yang muncul dalam batin, dengan kejujuran serta kerendahan hati. Boleh dikatakan, kita akan bisa melihat iblis di dalam diri kita.
Kita akan melihat bahwa kita sama buruknya dengan orang lain. Kita tidak akan menyalahkan siapa pun atas penderitaan dan kesedihan kita lagi. Kejahatan-kejahatan di dunia hanyalah kekotoran-kekotoran batin. Kemarahan, keserakahan, dan ketidaktahuan menguasai batin kita seperti halnya mereka menguasai batin orang lain. Setiap orang layak mendapatkan simpati kita dalam hal ini. Tidaklah sulit untuk mengamati batin seperti dalam contoh yang telah saya berikan, tetapi kita membutuhkan kesungguhan, kesabaran dan ketekunan.
- Bhante Pramote Pamojjo

0 Komentar