Kuncinya adalah membuat sati mengendalikan dan mengawasi batin. Begitu batin menyatu dengan sati, suatu jenis kesadaran baru akan muncul. Batin yang telah mengembangkan ketenangan akan dijaga oleh ketenangan tersebut, ibarat seekor ayam yang dikurung di dalam kandang... ayam itu tidak dapat berkeliaran ke luar, tetapi masih dapat berkeliling di dalam kandang. Ayam itu berjalan ke sana kemari tidak akan menimbulkan masalah karena dibatasi oleh kandangnya. Demikian juga kesadaran yang timbul ketika batin tenang dan memiliki sati tidak akan menciptakan masalah. Tidak ada satu pun pikiran atau sensasi yang muncul dalam batin yang tenang akan menyebabkan celaka atau gangguan.
- Ajahn Chah

0 Komentar